RAJA QOSAM SAEFI AL-MAU’UUD

Ilmu ini salah satu ilmu Raja Qosam saefi ashror yang di miliki oleh Syeikh Ashif Bin Barkhiya,
terjemaahan dari salah satu kitab hikmah klasik kuno, yaitu kitab Sihrul Mandzhum Fii-ighotsatil Madzhluum ( Kitab sihir yang tersusun untuk orang-orang yang di dzholimi ), yang menerangkan tentang ilmu Qosam saefi Al-ma’ud Wakhoshooisihi, karya Syekh Al-Husaini Al-Falakii.

Arti Sihir di sini bukan arti makna Sihir yang sebenarnya ilmu sihir black magic, menerangkan saking hebatnya dan dahsyatnya ilmu-ilmu yang tertuang di dalam kitab hikmah ini, sehingga menimbulkan keajaiban-keajaiban di luar akal yang sangat luar biasa, tidak bisa di jangkau oleh nalar pikiran logika. Sehingga takjub tatkala menyaksikan berbagai macam fenomena ketajriban dan keajaibannya ilmu-ilmu hikmah di dalam kitab ini, maka dari itu para ulama hikmah menjulukinya SIHIR.

Ketahuilah wahai saudaraku ilmu Qosam Saefi Al-Ma’ud ini terdapat sebagian asror Nabi Sulaiman A.S yang di amalkan oleh Wajirnya, yaitu Syekh Ashif Bin Barkhoya yang berbahasa suryani arab.

Qosam Saefi Al-Ma’ud ini adalah Qosam yang  sangat Agung karena bisa di jadikan sebagai wasilah  senjata doa untuk segala keinginan dengan berbagai macam hajat-hajat besar.
Syeikh Ashif Bin Barkhiya berkata : “Jagalah Qosam yang agung ini jangan sampai jatuh kepada tangan yang jahil, Ketahuilah bahwa khodam khodam di dalam qosam ini banyak sekali. Dari berbagai golongan raja Malaikat dan bangsa ruhaniy” Ketahuilah wahai saudaraku, tatkala doa Qosam saefi ini di baca maka seluruh alam langit bergetar dengan goncangan yang sangat dahsyat.

Karena Agungnya doa Qosam saefi ini terdapat selendang cahaya kebesaran Allah SWT, dan semua khodam-khodam yang Allah wakilkan di dalam asma Qosam saefi ini tersungkur sujud karena agungnya asma Qosam ini. Maka dari itu ketahuilah bahwa sesungguhnya Qosam saefi ini adalah rajanya ilmu “Saefi” lebih tajam dan lebih dahsyat dari ilmu saefi manapun,

RAJA QOSAM SAEFI AL-MAU’UUD lebih tinggi lagi dari Ilmu Asma suryani milik Kang Ujang Bustomi Pengusir Setan Belek – kepret kuaing sia jurig belek dan yang memusuhi dan membasmi dukun santet dengan mengamalkan qosam saefi ini sesungguhnya engkau telah memiliki pedang ghaib dan cambuk ghaib dari cahaya yang musykilat.

Cara mengamalkan doa raja qosam saefi ini cukup sederhana, tidak perlu di puasai secara khusus, cukup di baca saja dengan niat ibadah dan bertabaruk dengan hadiah tawasul kepada:

Nabi Muhammad SAW, kepada Nabi Sulaiman A.S kepada Syeikh Ashif Bin Barkhoya, kepada penyusun kitabnya Syeikh Al-Husaini Al-Falaki dan kepada yang mengijazahkannya sambil membakar “Bukhur Maghribi”.

Apabila anda memiliki hajat besar maka doa qosam ini cukup di baca 41x atau paling banyak di baca 70x. Jika anda tidak mampu membaca dengan jumlah bilangan yang di tentukan maka cukup membacanya semampunya, walaupun hanya di baca 1x, itu lebih baik daripada tidak sama sekali.

Allah SWT telah mewakilkan khodam-khodam malaikat pada asma qosam saefi ini dengan jumlah yang sangat banyak jumlahnya yang tidak bisa di hitung dengan bilangan tangan, di mana seluruh khodam-khodam tersebut meliputi khodam malaikat yang ada di bawah dan yang ada di atas, yang di komandani oleh

  • raja Malaikat.Sayyid Maythoth-thorun A.S,
  • raja MalaikatSyamkho-iil,
  • raja Malaikat Al-Karubiyyun A.S,
  • raja Malaikat ‘An-yaa-iil A.S,
  • raja Malaikat ‘Ashomayaa-iil A.S, dan
  • raja Malaikat Robayaa-iil

dan seluruh bala tentaranya dengan pedang-pedang dan cambuk-cambuk dengan cahaya yang musykilat di tangannya, yang menguasai alam atas 7 lapis langit, alam Rafi’,alam Jabbarut, dan alam Arasy hingga Kursyi ( minal Arsy ilal Kursyi ).

Tatkala khodam itu datang kepadamu mereka menyerupai gerombolan semut dan belalang yang berterbangan di sekelilingmu, maka perintah lah mereka khodam-khodam tersebut untuk mewakilkan hajat-hajatmu dengan rido Allah SWT.
Ketahuilah bahwasanya Qosam saefi ini terdapat rahasia hikmahnya Alquran surat An-namal (semut).

Maka dari itu sebagai adabnya dan larangannya janganlah membunuh semut dan belalang sekalipun semut dan belalang mengigitmu, karena gigitan semut dan belalang adalah doa, dan mengobati berbagai macam penyakit yang ada dalam dirimu Sebagian pepatah orang tua dahulu.

Jikalau banyak semut di dalam rumah sesungguhnya penghuni rumah tersebut akan di
karuniakan banyak limpahan rizqi dan harta yang banyak, ada gula pasti ada semut, gula menandakan sebagai arti kenikmatan rizqi dan harta.

Dan ketahuilah bahwa semut-semut yang ada di rumah mu itu adalah keberkahan dan doa bagi penghuninya serta menjadi bahan ilmu untuk mentafakuri keajaiban- keajaiban Allah SWT melalui perantara mahluk-mahlukNYA ( semut ).

FAIDAH MANFAAT QOSAM SAEFI INI DI ANTARANYA:

1- Dapat melaksanakan berbagai macam hajat dan keinginan.
2- Doa-doa dan hajat-hajatnya menjadi mustajab secepat kilat.
3- Mandal mengetahui/mengangkat harta karun.
4- Menarik dan menundukan harta kekayaan.
5- Menarik dan menundukan rezeki.
6- Mendapatkan bantuan ghaib.
7- Mempercepat menuntaskan hutang.
8- Membooster jiwa dan keyakinan menjadi jiwa yang pemberani.
9- Apa-apa yang di ucapkan menjadi nyata ( sabdo jadi ).
10- Membuka mata bathin ainul bashirohmenembus alam ghaib.
11- Terbuka ilham-ilham ilmu ma’rifat.
12- Mukasyafah.
13- Dikaruniakan ilmu-ilmu laduni rahasia rahasia keajaiban Allah.
14- Di angkat pangkat dan derajatnya.
15- Pelaris dagangan.
16- Mendapatkan laduni dapat mengerti beberapa bahasa hewan dan bahasa
ruhaniyah.
17- Agar cepat naik pangkat dan jabatannya.
18- Gendam tingkat tinggi semua mahluk mahluk baik yang ghaib dan yang nyata tunduk mahabbah kepada pengamal ilmu ini.
19- Mempercepat penjualan tanah atau rumah.
20- Pagar ghaib lahir dan bathin.
21- Meraga sukma.
22- Mengetahui perkara yang samar.
23- Mendapatkan berita ghaib.
24- Memerintahkan dan menarik khodam khodam bangsa ruhaniyah/khodam khodam saefi, hizib, asma, hirz, mandal, tilasmat, ayat alquran, dll.
25- Mahabbah umum/pelet khusus tungkat tinggi.
26- Cambuk ghaib untuk menyiksa bangsa jin.
27- Dapat berkomunikasi dengan ghaib.
28- Membinasakan musuh-musuh yang dzholim dan sombong.
29- Memenangkan perang ghaib dengan ilmu-ilmu hitam.
30- Memenangkan perkara sengketa dll.
31- Di takuti bangsa jin dan mahluk arwah lainnya.
32- Menyiksa/menghukum/memenjarakan raja-raja jin yang membangkang.
33- Mengobati santet/tenung/teluh/teluh.
34- Mengobati berbagai macam penyakit.
35- Mengobati orang gila.
36- Memindahkan hujan.
37- Meredakan badai kilat petir.
38- Dapat menolak bala bencana dan berbagai penyakit mematikan.
39- Selamat dari musibah berkendara di darat, laut dan udara dan masih banyak lagi
faidah manfaat yang tidak terhitung dengan bilangan tangan.

Mengenal Sayyidina Asif bin Barkhoya

Suatu ketika Nabi Sulaiman mendapat kabar dari burung hud-hud ada kerajaan yang masih belum menyembah Allah. Maka Nabi Sulaiman atas ijin Allah SWT diminta bertemu Ratu Balqis dengan menunjukkan kelebihannya.

Maka bertanyalah Nabai kepada pasukan Jinnya, siapakah diantara mereka yang sanggup mendatangkan tahta Ratu Balqis sebelum orangnya datang berserah diri.
Ifrit dari golongan Jin berkata: Aku akan datang kepadamu dengan membawa singgasana itu kepadamu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu. Sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat dipercaya.

Ada yang lebih cepat lagi menghadirkan Ratu balqis? Tanya Nabi Sulaiman kemapa jamaan yang hadir saat itu. Datanglah Asif Bin Barkhoya, yang dikenal berilmu tinggi (ilmunya dari Kitab Allah):

“Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip!”
Nah, silahkan buktikan ya asif.
Seketika Nabi Sulaiman berkedip dan tiba-tiba singgasana Ratu Balqis sudah berada dihadapannya.

“Ini adalah salah satu kurnia Tuhan kepadaku apakah aku bersyukur atas kurnia-Nya itu atau mengingkari-Nya, barang siapa bersyukur maka itu adalah semata-mata untuk kebaikan dirinya sendiri dan barangsiapa mengingkari nikmat dan kurnia Allah, ia akan rugi di dunia dan di akhirat dan sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Mulia.” Kata Sulaiman.

Siapakah sebenarnya Asif Bin Barkhoya?

Konon, sejumlah sufi mengenal beliau bahkan mengamalkan wiridan yang diamalkan oleh Ashif. Dia adalah murid (ada yang mengatakan menteri Nabi Sulaiman AS). Dia dikenal setelah memindahkan singgasana Ratu Balqis dengan singkat mengalahkan kecepatan dan kemampuan Jin Ifrit.

Inilah contoh nyata dan tak terbantahkan dari Al-Quran mengenai kebenaran akan kemampuan orang-orang yang mempunyai kelebihan atas ijin Allah SWT.
Mereka ini ikhlas beribadah kepada Allah. Mereka ini mendalami al-Kitab yang Allah turunkan kepada kita sebagai petunjuk bagi orang yang bertakwa. Oleh sebab itu kenapa kita lebih suka minta tolong pada jin?

Dari kisah Ashif Bin Barkhoya ini seharusnya menyadarkan kita bahwa kalau kita mau mendalami kitab suci, maka insya alah kita diberikan Allah dengan sejumlah kelebihan yang tidak disangka-sangka.

Asif Bin Barkhoya bukanlah seorang ilmuwan dan saintis, tetapi beliau adalah ahli sufi, ahli tasawuf dan pengamal tarekat dengan ilmu-ilmu laduni yang tak terkira banyaknya.
Biografi Asif hanya dapat diperoleh melalui kitab-kitab pengajian tasawuf dan kelas-kelas tarekat sama ada di Timur Tengah, Pattani, Malaysia atau Indonesia. Bagi siapa yang pernah menyertai kumpulan-kumpulan tarekat Shatriyah atau Ahmadiah, sudah pasti guru-guru tarekat menceritakan tentang Asif ini.

Bagaimana Asif Memindahkan Istana Balqis?

Sebelum menjawab persoalan di atas adalah lebih baik kita renung semula ayat al-Quran berikut:
“Hai pembesar-pembesar siapakah diantar kamu sekelian sanggup membawa singgahsananya kepada ku sebelum mereka datang kepada ku sebagai orang-orang yang berserah diri.”
“Berkata Ifrit (yang cerdik) itu dari golongan jin, aku akan datang kepada ku dengan membawa singgahsana itu kepada mu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu; sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat dipercayai. Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari al-Kitab; “Aku akan membawa singgahsana itu kepada mu sebelum matamu berkedip.”

“Maka tatkala Sulaiman melihat singgahsana itu terletak di hadapannya, ia pun berkata; “Ini termasuk kurniaan Tuhanku untuk menguji aku, apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya) . Dan barang siapa bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri. Dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia.” (An-Namli, ayat 38-40)

Cara Asif memindahkan Istana Balqis cukup mudah iaitu dengan niat di dalam hati saja. Walaupun Asif hanya sekadar berniat, tetapi “niat” yang dicetuskan dalam hati Asif tidak sama dengan cara kita orang biasa.

Niat yang ada dihati Asif sejenis doa yang berkaitan amalan-amalan tarekat dalam ilmu tasawuf. Dalam kitab Lum’atul Aurad karangan Wan Ali Bin Abdul Rahman Al-Kelantani menjelaskan ketika Asif berniat ‘menghadirkan’istana Balqis, Asif telah berkata dalam niatnya kalimah “Yaa zaljalaa..liwal ikram…”.

Ulama’-ulama’ tasawuf keseluruhannya menyetujui bahwa martabat teknologi yang dimiliki Asif adalah antara tertinggi dikalangan manusia biasa (tidak termasuk Nabi & Rasul). Teknologi kaormah Asif sudah berada di puncak teknologi tasawuf yang dinamakan capaian akhir “Kun fayakun”.

DISKUSI SEPUTAR DOA ASIF:

Jati diri Ashif ibnu Barkhiya banyak diceritakan dalam kitab-kitab klasik, salah satunya dalam Ihya Ulum al-Din karya sufi besar Imam Al-Ghazali. Ada yang mengatakan bahwa Ashif adalah sepupu Nabi Sulaiman AS, ada juga yang bilang bahwa dia adalah juru tulis Nabi Sulaiman.

Ashif, tulis Al-Ghazali, dahulunya adalah seorang pemboros. Dia sering melakukan maksiat namun kemudian bertoba. Diceritakan bahwa Allah berfirman kepada nabi Sulaima, “Hai pemimpin ahli ibadah, sampai kapan sepupumu akan berbuat maksiat kepada-Ku sedangkan Aku sangat mengasihinya? Demi kemuliaan dan keagungan-Ku, jika ia sampai terkena tiupan badai-Ku maka akan aku tinggalkan dirinya agar menjadi contoh bagi orang-orang yang semasanya dan yang bagi umat sesudahnya.”

Ketika Ashif dan Sulaiman bertemu, Sulaiman menyampaikan apa yang diwahyukan Allah tentang dirinya. Mendengar penjelasan tersebut Ashif keluar dan menaiki bukit pasir, disana ia menengadahkan kepala ke langit dan berseru, “Tuhanku junjunganku, Engkau ya Engkau, aku ya aku, bagaimana aku akan bertobat sedangkan Engkau tidak menerima tobatku? Bagaimana aku akan meminta perlindungan dari dosa sedangkan Engkau tidak menjagaku? Aku pasti kembali.”

Kemudian Allah berfirman. “Engkau benar hai Ashif, engkau ya engkau, Aku ya Aku, Aku menerima tobatmu dan aku telah mengampunimu karena sesungguhnya Aku Maha Penerima Tobat dan Maha Penyayang.”

Al-Ghazali berkata, sebetulnya perkataan Ashif tersebut adalah bentuk ungkapan rayuan kepada Allah. Kadang seorang hamba seolah memberitahukan kepada Allah padahal sebenarnya dia menginginkan sesuatu untuk dirinya, kadang seolah dia menjauh dari Allah padahal sebenarnya dia ingin menuju Allah. Hal semacam ini sering terjadi pada hamba-hamba-Nya sejak dahulu hingga masa yang akan datang, sesuai dengan apa yang ditentukan-Nya sejak masa azali.

Demikianlah akhirnya Ashif mau menerima pertolongan dari Allah sehingga dirinya berubah drastic, dari seorang yang selalu melakukan maksiat menjadi orang yang taat, hidupnya yang selama ini jauh dari jalan Allah, kini selalu patuh kepada perintah-Nya. Allah pun selalu membantunya dalam melakukan ibadah, ketaatan, pengakuan terhadap dosanya, serta tobatnya.

Dan ditengah kesungguhannya kembali kepada-Nya itulah Allah mengajarkan Al-Ismullah Al-A`zhom (kalimat keagungan) yang jika digunakan untuk berdoa maka akan dikabulkan.
Sebagian penafsir Al-Quran dalam sejumlah kitab klasik disebutkan bahwa Ashif lah yang menghadirkan singgasana Ratu Balqis di Yaman untuk Nabi Sulaiman di Baitul Maqdis, Palestina. Dalam tafsir al-Thabari dijelaskan sebagai berikut:

Ibnu Humaid telah bercerita kepada kami, beliau berkata, Salamah telah bercerita kepada kami dari Ibnu Ishaq dari sebagian ahli ilmu dari Wahab ibn Munabah, beliau berkata, mereka mengatakan bahwa Ashif Ibnu Barkhiya berwudhu kemudian dia melakukan shalat sunah dua rakaat, setelah itu dia berkata kepada Nabi Sulaiman, “Wahai Nabi Allah, arahkan pandanganmu kearah yang jauh!” Nabi Sulaiman pun mengarahkan pandangannya ke arah Yaman. Setelah itu Ashif berdoa memohon bantuan Allah, maka tiba-tiba singgasana Ratu Balqis yang berada di Yaman muncul di hadapan Nabi Sulaiman dan ketika melihat kejadian tersebut beliau berkata (firman Allah),”Ini termasuk karunia Tuhanku untuk mengujiku” (QS Al-Naml:40)

Dalam ayat lain Allah juga berfirman: Berkata Sulaiman, “Hai pembesar- pembesar, siapakah diantara kamu yang sanggup membawa singgasananya kepadaku sebelum mereka datang kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri. Berkata Ifrit (yang cerdik) dari golongan jin, “Aku akan datang kepadamu dengan membawa singgasana itu kepadamu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu, sesungguhnya aku benar-benar kuat membawanya lagi dapat dipercaya. Berkatalah seseorang yang mempunyai ilmu dari Alkitab, “Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip.” Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak dihadapannya, ia pun berkata, “Ini termasuk karunia Tuhanku untuk mencoba aku, apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia (QS.Al-Naml:38-40).

Berkenaan dengan firman Allah, “Berkatalah seseorang yang mempunyai ilmu dari Alkitab” Ibnu Katsir mengatakan sebagai berikut:
Orang itu adalah Ashif seorang juru tulis Nabi Sulaiman. Demikian pula dengan yang diriwayatkan oleh Muhammad ibn Ishaq dari Yazid ibn Ruman bahwa orang itu adalah Ashif ibn Barkhiya. Dia adalah seorang yang jujur dan mengetahui Al-ismullah Al- A`zhom.
Qatadah berkata, dia adalah seorang mukmin dari golongan manusia, dia bernama Ashif. Demikian pula dengan apa yang dikatakan oleh Abu Shalih, Dlahak dan Qatadah, dia (Ashif) itu dari golongan manusia. Qatadah menambahkan, (tepatnya) dari kaum Bani Israil.
Sedangkan Imam Al- Qurthubi mengatakan dalam tafsirnya sebagai berikut: Kebanyakan ahli tafsir berpendapat bahwa orang yang diberikan Al-ism `Al-A`zhom itu adalah Ashif ibn Barkhiya dari kaum Bani Israil, dia adalah seorang yang jujur dan selalu menjaga Ismullah Al-A`zhom yang jika digunakan untuk meminta maka akan diberikan dan jika digunakan untuk berdoa maka akan dikabulkan.

Siti Aisyah berkata, Nabi bersabda, “sesungguhnya Ismullah Al-A`zhom yang digunakan oleh Ashif ibn Barkhiya yaitu: “Ya Hayyu ya Qayum” (Wahai Dzat Yang Maha Hidup, Wahai Dzat Yang Maha Berdiri Sendiri).”

Ada satu pendapat yang mengatakan (bahwa Ismullah Al-A`zhom) itu adalah, “Ya Ilahana Ilahu kulli Syay`in Ilahan Wahidan, La Ilaha Illa Anta (Ya Tuhan Kami, Tuhan segala tiap-tiap sesuatu, Tuhan Yang Esa, tiada tuhan melainkan Engkau) datangkanlah singgasananya kepadaku.” Maka singgasana itu muncul di hadapannya.

Mujahid berkata, “Kemudian dia berdoa: “Ya Ilahana Ilahu kulli Syay`in ya Dzal Jalali waal-ikram” (Wahai Tuhan kami, Tuhan segala sesuatu, Engkaulah pemilik keagungan dan kemuliaan).”

Al- Suhaili berkata, orang yang diberikan pengetahuan tentang kitab adalah Ashif ibn Barkhiya putra dari uwak Nabi Sulaiman dan dia dikaruniai Ismullah Al-A`zhom dari salah satu nama-nama Allah.

Dan menurut pendapat kebanyakan orang, dia adalah seorang yang shalih dari golongan Bani Israil bernama Ashif ibn Barkhiya. Diceritakan bahwa dia melaksanakan shalat sunah dua rakaat kemudian berkata kepada Nabi Sulaiman, “Wahai Nabi Allah, arahkan pandanganmu.” Kemudian beliau mengarahkan pandangannya kearah Yaman, tiba-tiba singgasana Ratu Balqis terlihat jelas dan belum sempat beliau mengalihkan pandangannya kembali, singgasana itu sudah berada di hadapannya.

Al-Kalabi mengatakan: “Ashif bersujud dan berdoa dengan Ismullah Al-A`zhom, maka tiba-tiba singgasana Ratu Balqis itu hilang dari tempatnya dan masuk kedalam bumi dan muncul di sisi singgasana Nabi Sulaiman. Dikatakan bahwa jarak antara kedua tempat tersebut sekitar dua bulan perjalanan.”

AMALAN RAJA QOSAM SAEFI AL-MAU’UUD PDF

QOSAM-SAEFI-AL-MAUUUD

 

Jikalau dulur2 sadaya ingin mengamalkannya silahkan whatsapp ujang badranaya, nanti akan di berikan kalimah izazah beserta tawasulnya

//

Scan QR to talk ujang badranaya via WhatsApp

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here